Program Peduli Thalasemia merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam merespons meningkatnya jumlah penyandang thalassemia di Indonesia, yang menurut data tahun 2024 telah mencapai lebih dari 13.000 kasus, dengan konsentrasi tertinggi berada di Provinsi Jawa Barat, khususnya Kota Bandung.
Dalam sambutannya, Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menegaskan pentingnya masjid sebagai pusat edukasi dan layanan sosial masyarakat, termasuk dalam isu kesehatan.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap kolaborasi ini membawa dampak nyata bagi generasi muda bangsa,” ujarnya.
Fokus Utama Kolaborasi
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak sinergi lintas sektor dengan lima fokus utama, yaitu:
1. Edukasi dan Sosialisasi Publik – Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang thalassemia dan cara pencegahannya, terutama di daerah dengan tingkat prevalensi tinggi.
2. Deteksi Dini melalui Skrining Genetik – Menyasar remaja dan pasangan usia subur, khususnya yang memiliki riwayat thalassemia dalam keluarga.
3. Penyediaan Konseling Genetik – Membantu individu dan pasangan dalam pengambilan keputusan terkait perencanaan keluarga secara tepat dan beretika.
4. Dukungan Riset dan Pengembangan – Mengembangkan terapi yang lebih baik melalui penelitian ilmiah, termasuk penggunaan adjuvant herbal BRAZ 131 untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang thalassemia.
5. Mobilisasi Dukungan Pembiayaan – Melibatkan dana CSR dari dunia usaha dan kontribusi masyarakat untuk menjamin keberlangsungan program.













