Bandung BEDAnews.
Program pemerintah provinsi jawa barat dalam membangun ruang kelas baru (RKB) bagi sekolah-sekolah di jawa barat dinilai tidak merata pada penyebaran dan pembagiannya,dilaporkannya masih ada sekolah-sekolah yang tidak mendapatkan tetapi ada juga sekolah yang berulang dapat program tersebut.
Hal ini dikatakan Humar Dani, SE.,SH.,MM., MH. Anggota Komisi E DPRD Jawa Barat kepada BEDAnews. disela-sela rapat kerja Komisi E dengan Mitra Kerjanya Dinas Pendidikan. Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Disnakertrans dalam rangkapembahasan laporan keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ)Gubernur Jabar TA 2013 di ruang rapat Komisi E DPRD Jabar Jl. Diponegoro 27 Bandung Senin (24/2).
Dikatakan Humar Dani, sampai saat ini pihaknya belum dapat laporannya dari Dinas Pendidikan Jabar atas pengaduan dan hasil temuannya tersebut, dari hasil temuannya ada sekolah yang belum mendapat sma sekali program rkb tersebut tetapi ada juga yang berulang, untuk itu pihaknya akan mememinta keterangan atas hal tersebut.
Dalam masalah kependidikan ini Humar Dani juga mengkritisi masalah kinerja para guru PNS dilingkungan Sekolah-sekolah yang ada guru honornya, pihaknya mendapatkan laporan para guru yang PNS cenderung pada malas dan yang rajin malah guru-guru honorer yang ada. Tuturnya.@hermanto











