Portofolio pembiayaan yang disalurkan bank bjb telah mempertimbangkan berbagai aspek yang dapat mempengaruhi. Selain mengacu pada proyeksi RAPBN 2021, bank bjb juga serius menganalisis dinamika perkembangan pandemi COVID-19 beserta dampak-dampak ekonomi lanjutannya yang berpotensi timbul.
Keselarasan profil debitur dengan orientasi program bjb PENtas ikut menjadi pertimbangan yang menentukan. Sebagai pelengkap, bank bjb telah pula menyediakan langkah-langkah mitigasi risiko berlapis.
Pertanian, industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan, dipandang punya daya tahan kuat dan prospek cerah untuk menciptakan momentum bangkit. Penyaluran dana PEN kepada empat sektor tersebut mencapai hampir 70% dari total postur pemanfaatan dana PEN. Berdasarkan data perusahaan per 20 Oktober 2020, bank bjb sudah berhasil menggelontorkan Rp5,34 triliun.











