“Kita terbiasa membuang sampah kota ke TPA Sarimukti sebanyak 1.200 ton. Saat ini yang bisa dibuang di Sarimukti hanya 600 ton. Sehingga sampah menumpuk di TPS-TPS dan jalan-jalan kota. Semoga program ini turut mengedukasi warga betapa tersiksanya kita jika tidak mengelola sampah secara bijak,” ujarnya.
Manfaat terakhir, dan tentunya yang ditunggu oleh warga yang terlibat adalah tentang pemberdayaan masyarakat. Ada sisi ekonomi yang sedikitnya bisa membantu warga.
“Mudah-mudahan selama 10 hari program ini masyarakat bisa merasakan keberpihakan dari pemerintah. Mudah-mudahan pemberdayaan ini bisa membantu masyarakat,” tuturnya.
Sekdisnaker Kota Bandung Dicky Wishnu menuturkan, setiap warga yang mengikuti program Padat Karya ini menerima Rp133 ribu per hari, ditambah sekali makan siang dan penganan ringan. Ia juga berharap warga yang ikut serta bisa menyebarluaskan program-program pengendalian sampah sejak dari rumah di sekitar lokasi Padat Karya.













