Menurutnya, peningkatan gizi bukan hanya berbicara soal kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan masa depan bangsa serta penguatan ekonomi lokal.
“Kita semua memahami bahwa gizi adalah fondasi bagi masa depan bangsa. Anak-anak kita adalah calon pemimpin dan penggerak pembangunan, namun masalah gizi, stunting, dan anemia masih menjadi tantangan besar yang harus kita atasi bersama,” tutur Sri Meliyana.
Lebih lanjut, Sri Meliyana menambahkan bahwa MBG bukan sekadar program konsumsi makanan, melainkan gerakan nasional yang mendorong kreativitas dan pemberdayaan masyarakat setempat.
“Program MBG ini menciptakan lapangan kerja, meningkatkan perekonomian lokal. Bila ada ibu-ibu yang pintar memasak, silakan usulkan masakan daerah agar menjadi bagian dari menu MBG. Mari kita sambut program ini dengan antusias untuk menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.












