Dihadapan ratusan warga Bandar Lampung, ia menyampaikan bahwa MBG bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan langkah strategis membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.
“Program ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap persoalan gizi yang selama ini dialami masyarakat. Banyak warga kita yang sebenarnya membutuhkan dukungan, tetapi terkendala akses. Melalui MBG, negara hadir untuk memastikan kebutuhan dasar ini terpenuhi dengan lebih baik,” tutur Nihayatul Wafiroh.
Lebih jauh, ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini didukung oleh Sentra Produksi dan Penyediaan Gizi (SPPG). Kehadiran SPPG tidak hanya memastikan ketersediaan bahan pangan segar dan aman, tetapi juga memberi manfaat ekonomi karena memaksimalkan pasokan dari wilayah sekitar.












