Ia menekankan pentingnya memanfaatkan bahan pangan lokal dan melibatkan petani, nelayan, serta pelaku UMKM sebagai pemasok utama Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG).
“Jika SPPG tumbuh di setiap wilayah, roda ekonomi akan berputar di daerah sendiri. Hasil pertanian dan perikanan lokal akan terserap, dan masyarakat sekitar ikut sejahtera,” jelas Ade Rizki.
Sementara itu, Rahma Dewi Auliya Sari dari BGN menuturkan bahwa program MBG juga berperan dalam mengatasi berbagai persoalan gizi seperti stunting dan anemia, sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Satu dapur SPPG bisa memberdayakan puluhan relawan dari kalangan ibu rumah tangga, sementara petani dan UMKM dapat menjual hasil produksinya. Dengan begitu, ekonomi lokal ikut bergerak,” ungkap Rahma Dewi.










