Ia menilai, keberhasilan bangsa dalam menghadapi tantangan global sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.
“Presiden bisa membangun jalan dan infrastruktur dalam tiga tahun, tapi membangun anak-anak yang cerdas, sehat, dan mampu memberikan kehidupan yang baik untuk keluarganya membutuhkan waktu jauh lebih lama,” tutur Ade Rizki.
Lebih lanjut, Ade Rizki menjelaskan bahwa MBG hadir untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak yang belum tercukupi di rumah. Menurutnya, makanan bergizi gratis tidak berarti mewah atau banyak, melainkan berfokus pada nilai gizi yang seimbang.
“Tujuan utamanya bukan rasa, tapi pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak. Karena setiap anak memiliki selera dan porsi yang berbeda,” tambahnya.
Selain mendorong peningkatan gizi masyarakat, program MBG juga dinilai berpotensi memperkuat ekonomi daerah.










