Kemudian, Analis Kebijakan Muda Badan Gizi Nasional (BGN), Ade Tias M, menjelaskan bahwa Program MBG dirancang tidak hanya untuk anak usia sekolah, tetapi juga sebagai upaya membangun budaya makan sehat di tengah masyarakat.
“Program ini bukan hanya tentang makanan bergizi, tetapi tentang membangun kesadaran gizi sebagai fondasi kemajuan bangsa,” tegas Ade.
Sementara itu, Dinas Sosial Kota Bekasi, Ester, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam implementasi program ini, mulai dari mekanisme penyediaan menu hingga distribusi makanan kepada peserta didik.
“Program ini memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk tumbuh sehat dan belajar lebih baik. Semua pihak perlu terlibat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ester juga menyatakan bahwa Kota Bekasi siap menjadi daerah percontohan pelaksanaan MBG di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh.













