“Program ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi bagian dari upaya membangun generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. Kita ingin anak-anak Bengkulu tumbuh dengan gizi seimbang agar memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan MBG perlu disertai edukasi tentang pentingnya pola makan sehat di sekolah maupun di rumah.
“Kita harus memastikan masyarakat memahami makna gizi yang baik, bukan hanya kenyang tetapi juga bergizi. Dengan begitu, kita dapat menurunkan risiko masalah gizi di daerah ini,” imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan BGN, Anyelir Puspa Kemala, menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen mengawal program ini agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kami memastikan setiap menu yang disajikan disusun oleh ahli gizi dan sesuai kebutuhan anak. Ini adalah langkah nyata untuk memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar,” ungkap Anyelir.












