Ia menambahkan, PGN menyasar anak-anak PAUD hingga SMA, santri di pesantren, ibu melahirkan, serta balita. Saat ini, dua Dapur SPPG di Manokwari Selatan—berlokasi di Ransiki dan Oransbari—telah melayani sekitar 7.000 penerima manfaat.
Selain menyajikan makanan sehat, dapur ini juga menciptakan lapangan kerja dan menggunakan bahan baku lokal, mendukung ekonomi sirkular di wilayah tersebut.
Kepala Distrik Ransiki, Hendrik, menyambut positif program ini dan mengusulkan perluasan jangkauan dapur layanan.
“Kami sangat berterima kasih atas program ini. Harapan kami, ke depannya setiap distrik bisa memiliki satu dapur agar layanan gizi lebih mudah diakses oleh semua kalangan, terutama sekolah-sekolah di kampung-kampung,” ujarnya.
Program MBG merupakan arahan langsung Presiden RI dan melibatkan berbagai lembaga pemerintahan, termasuk DPR RI Komisi IX dan Kementerian Keuangan, guna menjamin pelaksanaannya yang berkualitas, transparan, dan tepat sasaran.












