“Program MBG telah berjalan dan menjadi salah satu program unggulan pemerintah. Tujuannya bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat lokal,” ujar Obet.
Ia juga mengajak masyarakat Papua Barat untuk aktif berpartisipasi dan mengawal pelaksanaan program agar berjalan efektif dan tepat sasaran. “Partisipasi publik sangat penting agar pelaksanaan MBG benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan terhindar dari penyimpangan yang dapat merugikan tujuan program,” tambahnya.
Sementara itu, Gusti Yudha Prasetya, dari Direktorat Promosi & Edukasi Gizi BGN, menjelaskan bahwa Program MBG dirancang untuk menjawab tantangan persoalan gizi yang masih dihadapi Indonesia.
“Indonesia masih menghadapi kasus stunting, gizi ganda, serta keterbatasan akses pangan bergizi. Karena itu, MBG hadir dengan empat prinsip utama: pemenuhan kalori, keseimbangan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan,” ungkapnya.













