Bandung, Bedanews.com
Pancasila bukan sekadar kumpulan sila atau dokumen konstitusional, melainkan filsafat hidup bangsa Indonesia yang memiliki makna mendalam secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Sebagai DNA kebangsaan Indonesia, Pancasila hadir sebagai jangkar nilai dan arah strategis di tengah gelombang globalisasi, disrupsi moral, dan krisis identitas.
Demikian di tegaskan guru besar manajemen Prof.Dr.Lilis Sulastri,MM, dalam siaran persnya, kepada Bedanews.com, Minggu, 1 Juni 2025.
Menurutnya, Dalam era 5.0 yang mengedepankan human-centered society, Pancasila menjadi kompas moral dan spiritual agar transformasi digital tidak menjadikan manusia sekadar mesin produksi, tapi tetap manusiawi dan beradab. Nilai-nilai Pancasila seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan merupakan nilai universal yang menyeimbangkan antara rasionalitas teknologi dan kebijaksanaan budaya.










