• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, September 21, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Prof Dr Sumaryoto: Pendidikan di Indonesia Salah Urus

Prof Dr Sumaryoto: Pendidikan di Indonesia Salah Urus

Asep Budi by Asep Budi
30 Desember 2015
in Tak Berkategori
5
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 Jakarta, BEDAnews.com

Secara umum potret Pendidikan di Indonesia berjalan kurang mantap, karena tidak mempunyai haluan jangka panjang dalam menata pendidikan di Indonesia. Itu terbukti kurikulum yang berubah-ubah padahal belum dilaksanakan secara maksimal, sudah ditinjau kembali.

Pendapat itu disampaikan Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Prof Dr Sumaryoto kepada wartawan di kampus Unindra, kawasan Pasar Minggu Jakarta, rabu (30/12/2015), ketika berbicara refleksi akhir tahun di bidang pendidikan.

BeritaTerkait

TNI Fair 2026, Stand Pusterad Dipadati Ribuan Pengunjung Hadirkan Edukasi dan Beragam Inovasi

21 September 2026

Perwatusi Gaspol, Siapkan Instruktur Senam untuk Lawan Osteoporosis

21 September 2026

“Ini suatu bukti secara jangka panjang tidak punya haluan, sehingga begitu ganti menteri, ganti rezim maka kebijakan berubah terus. Kurikulum 2013 ditinjau kembali, peraturan Pendidikan Tinggi ditinjau kembali, ini sangat disayangkan, habis energi untuk hal-hal seperti itu,” kata Sumaryoto.

Ujian nasional juga imbuhnya, ditinjau kembali karena tidak ada keterkaitan guru dalam menilai kelulusan. Sampai sekarang seperti ebtanas ditinjau, sehingga ada unsur penilaian guru dan sekolah, sehingga penilaiannya tidak murni lagi.

“Ini menunjukkan suatu refleksi betapa penataan pendidikan yang tidak konsisten. Asal berubah dan beda nama saja, padahal hakekatnya sama,” jelasnya.

Suka atau tidak suka, menurut Rektor kalau mau konsisten, kenapa tidak mempertahankan Ebtanas seperti dulu. Ini bisa jadi untuk memotret kualitas pendidikan secara nasional, potret kinerja perangkat pendidikan di masing-masing wilayah.

“UKG atau Uji Kompetensi Guru juga saya nilai hanya menghabiskan waktu, tenaga dan biaya saja, karena sebenarnya guru sudah diberi sertifikasi yang berarti sudah menjadi guru profesional mengapa diuji lagi,” papar Rektor.

Padahal Potensi Indonesia untuk bisa maju seperti negara-negara lain itu sangat terbuka. “Cuma salah urus saja, sering kita mendengar anak-anak Indonesia yang menang pada olimpiade matematika, fisika dan lain-lain. Tetapi karena salah asuh maka diambil orang,” urainya. 

Previous Post

TNI AL Gelar Pameran Produk Hasil Pembekalan Keterampilan Prajurit

Next Post

Kemenhub Ancam Ambil Alih BIJB Kertajati

Related Posts

TNI-POLRI

TNI Fair 2026, Stand Pusterad Dipadati Ribuan Pengunjung Hadirkan Edukasi dan Beragam Inovasi

21 September 2026
Ragam

Perwatusi Gaspol, Siapkan Instruktur Senam untuk Lawan Osteoporosis

21 September 2026
TNI-POLRI

Peringati HUT Ke-81 TNI, Kodam III/Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan di RS Dustira

21 September 2026
TNI-POLRI

Sambut HUT Ke-81 TNI 2026, Kodim 0802/Ponorogo Gelar Baksos Kesehatan dan Bagi Sembako

21 September 2026
TNI-POLRI

Bersih-Bersih Sungai oleh Kodim Ponorogo Bersama Unsur Terkait, Dalam Rangka HUT ke81 TNI

21 September 2026
TNI-POLRI

KASAL DAMPINGI PANGLIMA TNI, LEPAS RIBUAN PESERTA TNI RUN 2026

21 September 2026
Next Post

Kemenhub Ancam Ambil Alih BIJB Kertajati

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021