Karena prestasi beliau, Doktor lulusan Jerman dan master lulusan Teknik Biomedika ITB ini mendapatkan posisi Guru Besar dalam Bidang Teknologi Kedokteran dan Ilmu Kesehatan pada umur 33 tahun dari Universitas Teknologi Malaysia dan Universitas Teknologi Ilmenau Jerman.
Di Kementerian Kesehatan RI, beliau mulai aktif sejak tahun 2015, diantaranya dalam perumusan INPRES Percepatan Industri Alkes dalam negeri, pedoman dan roadmap pengawasan dan pengujian alat kesehatan (2022-2029), serta pedoman dan roadmap pemenuhan sarana, prasarana dan alat kesehatan 9 layanan prioritas 2023-2029.
Selain itu, beliau juga aktif sebagai anggota tim pakar Kemenkes dalam bidang harmonisasi protokol kesehatan global di forum G20 dan terlibat aktif dalam review RUU Kesehatan di DPR RI.













