Membangun Perdamaian Lewat Dialog
Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin, Dr.R. Yuli Ahmad Hambali, M.Hum., menekankan pentingnya pertemuan antarpribadi.
“Manusia bisa menjadi eksis jika manusia itu berjumpa dan berdialog dengan manusia lainnya, bukan sebagai benda,” ujarnya.
Ia berharap melalui mini workshop ini mahasiswa mampu menyusun pola perdamaian sesuai konteks yang mereka alami.
Kampus Harus Hadir Dalam Dialog Antaragama
Ketua Program Studi Agama-Agama,Fakultas Ushuluddin, Dr. Ilim Abdul Halim, MA., menegaskan bahwa perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi keagamaan Islam, memiliki peran strategis dalam dialog antaragama.
“Kampus bisa memberi inisiatif, legitimasi, dan kontrol sosial dalam menyikapi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, serta kehidupan global,” katanya.













