
Selain persoalan potongan komisi, Tito mendorong adanya komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah, perusahaan aplikator, dan komunitas pengemudi dalam menyelesaikan berbagai persoalan transportasi online. Menurutnya, penyampaian aspirasi perlu dilakukan secara konstruktif dengan mengedepankan dialog serta tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.
Tito juga mengajak seluruh driver dan komunitas transportasi online di Jawa Timur, untuk menjaga situasi tetap kondusif dalam menyampaikan aspirasi. FRONTAL Jawa Timur, kata dia, siap mendorong penyampaian aspirasi secara tertib, damai dan bertanggung jawab sehingga kepentingan pengemudi dapat diperjuangkan tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kami ingin persoalan yang dihadapi driver dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog. Pemerintah, aplikator dan pengemudi harus bersama-sama membangun ekosistem transportasi online yang sehat, transparan, berkeadilan dan berkelanjutan,” tutup Tito. (Red).













