Bandung, BEDAnews
Proses pembangunan waduk Jatigede yang telah berumur 50 tahun, menurut rencana pada bulan Februari 2014 mendatang akan diresmikan oleh Presiden SBY. Waduk Jatigede yang telah digagas sejak tahun 1963, direncanakan akan mampu mengairi irigasi dengan rentang 90.000 Ha, persediaan air baku untuk Pantura dengan volume 3.500 L/detik; Pengendalian Banjir 14.000 Ha: PLTA 110 MW.
Ketua Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) penanggulangan dampak social dan pembangunan waduk Jatigede, Prof. Denny Djuanda, mengatakan hal itu saat audiensi dengan Komisi D dan E DPRD Jawa Barat dan perwakilan masyarakat terkena dampak (OTD) waduk Jatigede, di ruang rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Jawa Barat Jl. Diponegoro Bandung, Senin (27/5).
Progres pembangunan sendiri, sampai akhir April 2013 sudah mencapai 75%, dan direncanakan penggenangan pada bulan Oktober 2013. Namun sebelum penggenangan, terlebih dahulu penyelesaian penanganan dampak social dan lingkungan sudah Clear and clean pada Juni 2013.
Diakuinya sampai saat ini memang masih ada masalah di area genangan berupa complain dari penduduk mengenai data tanah/ bangunan/ tanaman yang terlewatkan. Juga masalah salah ukur, salah klarifikasi, salah penerima ganti rugi dan data rumah hantu.
Untuk menangani permasalahan tersebut, SAMSAT Jatigede mengusulkan solusi yang telah disampaikan dalam Rapat di Kemenko Bidang Perkonomian dan rapat lintas Kementrian/ lembaga di tingkat pusat, pada 26 April 2013 lalu. (Hermanto)











