Kepala Negara juga memberikan penekanan khusus kepada Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan agar menilai para pemimpin di lingkungan TNI berdasarkan prestasi, bukan senioritas. Presiden menekankan bahwa semangat meritokrasi harus menjadi dasar dalam pembinaan kepemimpinan TNI agar organisasi ini tetap tangguh, modern, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
“Prajurit kita berhak dan menuntut kepemimpinan yang terbaik. Saya memberi izin kepada Panglima TNI dan Kepala Staf, dalam rangka seleksi kepemimpinan tidak perlu terlalu memperhitungkan senioritas, yang penting prestasi, pengabdian, cinta tanah air,” ujar Presiden Prabowo.
Selain itu, Presiden juga mengapresiasi peran aktif TNI dalam mendukung pembangunan nasional di berbagai bidang. Ia berpesan agar seluruh prajurit terus meningkatkan kemampuan diri dan beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, termasuk dalam bidang siber dan kecerdasan buatan. “Saudara-saudara sekalian, sekali lagi, jangan berhenti berlatih, jangan berhenti belajar. Saya perintahkan Panglima TNI, Kepala Staf, kaji terus perkembangan teknologi dan sains, kaji terus organisasi, bila perlu organisasi yang usang diganti dengan organisasi yang tepat untuk kepentingan bangsa Indonesia,” ungkap Presiden RI.













