Ia mengatakan Ayatollah Khamenei adalah pemimpin “agung dan suci” yang memberikan integritas dan kehormatan kepada bangsa Iran dan merupakan duri dalam daging bagi musuh-musuh Islam dan Iran.
“Republik Islam Iran menganggap upaya pembalasan dan membalas dendam kepada para pelaku dan penghasut kejahatan bersejarah ini sebagai tugas dan haknya yang sah, dan akan menggunakan kekuatan maksimalnya untuk memenuhi tanggung jawab besar ini,” kata Pezeshkian.
Ayatollah Khamenei gugur dalam serangan Israel dan Amerika Serikat pada hari Sabtu lalu. Kabinet pemerintah Iran pada hari Minggu mengumumkan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi itu.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa 48 pemimpin Iran telah tewas dalam serangan AS dan Israel ke negara tersebut. Trump menyebut operasi militer AS terhadap Iran sebagai “kesuksesan”.













