“Oleh karena itu, dilihat dari diplomasi publiknya yang luar biasa dalam membela dan mengupayakan pembebasan Masjid Al-Aqsa dan Palestina, saya melihat Aqsa Working Group telah secara nyata menjalankan fungsi ‘second track diplomacy’,” kata Aat.
Menurut Kepala Biro ANTARA di Markas Besar PBB New York periode 1993-1998 itu, dalam kerangka “second track diplomacy” itu pula sejatinya tokoh-tokoh AWG turut berjuang bersama Jaringan Pesantren Al-Fatah dan Lembaga Medis dan Kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Comittee) dalam mendirikan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina.
Dalam kaitan ini, tokoh Palestina di Jalur Gaza Ismail Haniya pernah berujar bahwa keberadaan Rumah Sakit Indonesia di Gaza adalah hadiah dari Indonesia untuk Palestina.











