Sebaliknya, andai PS memimpin kembali IDENTIK DENGAN METODE OTORATARIAN, mengobstruksi hak berdemokrasi, sebaiknya justru menindas hak-hak hukum individu dan kelompok, atau mempraktikkan pemerintahan tanpa perbaikan dan para individu politik oligarki masih bercokol diantaranya 9 naga, artinya perilaku anti tesis daripada teori obsjubedil, maka jabatan presiden yang selama belasan tahun bahkan dalam kurun puluhan tahun yang PS. dambakan, sejak jaman Habibie *_realitas akan sia-sia belaka_*, bahkan bakal down great, lebih parah dari era kepemimpinan Jokowi. Karena Jokowi, keluarga dan kroninya dengan agendanya revolusi mental ternyata sekedar ganti kulit, malah meradikalisasi revolusi mental atau mengakar, lebih menciptakan lubang besar kerusakan mental anak bangsa (big leaky) membocor lebih gede dan mendalam.













