“Terobosan ini diharapkan menjawab kebutuhan kekinian digitalisasi dalam kecepatan evaluasi mengetahui sumber persoalan. Sehingga kemudahan pemerintah memberikan respon penanganan yang cepat dan tepat,” katanya saat memberi sambutan.
“Posyandu adalah pelayanan dasar di tengah masyarakat. Anak-anak balita kita harus datang dengan bahagia ke posyandu. Tantangan memberikan pelayanan terbaik untuk menjadikan anak bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter dengan pelayanan multisektor,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Cicendo, Bira Gumbira mengatakan terobosan aplikasi “Si Aplod” ini sebagai bentuk ikhtiar untuk bisa meningkatkan pelayanan posyandu kreatif kepada masyakarat.
“Ada 1.978 posyandu di kota Bandung. Ini merupakan ikhtiar baik kami, dari posyandu Kecamatan Cicendo, untuk bisa menjadikan kader lebih responsif dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Saya akan pantau terus perkembangan posyandu yang ada di Cicendo, kampung halaman saya,” ujar Bira.












