Kutai, BEDAnews.com – Enam bulan belakangan ini, 13 Sekolah Dasar (SD) di Muarakaman Kutai Kartanegara mulai berubah. Secara rutin SD tersebut melakukan program membaca senyap selama 15 menit dan menjalankan strategi mendekatkan buku pada siswa dengan membangun pojok-pojok baca, taman baca dan lain-lain.
Para guru-guru juga menerapkan pembelajaran aktif yang membuat proses belajar mengajar di sekolah menjadi menyenangkan dan siswa semakin betah di sekolah.
Perubahan tersebut tak lepas dari perjuangan Ponidi, seorang pengawas di daerah tersebut. Sebagai pengawas, ia risau melihat guru-guru di bawah pengawasannya belum mampu membuat perencanaan mengajar dengan baik.
“Mengajar itu seperti membuat film yang bagus. Jadinya perlu skenario yang juga bagus. Film yang bagus itu yang mempunyai alur yang menyenangkan, membuat penonton penasaran dan akhirnya diingat terus menerus. Demikian juga mengajar, harus punya skenario matang yang dapat mengantar siswa menguasai banyak kompetensi,“ ujar Ponidi, Jumat (18/10/2019).










