Apa yang digagas Ponidi, adalah hasil dari dirinya mengikuti program PINTAR yang merupakan program pelatihan yang dikhususkan untuk pendidikan dasar hasil kerjasama antara Tanoto Foundation, Kemenag dan Pemda setempat lewat Dinas Pendidikan.
“Dengan pelatihan program PINTAR, kita sebagai pendidik menjadi tahu dengan lebih gampang bagaimana cara membuat rencana persiapan mengajar yang alurnya menarik dan menyenangkan siswa” ujar Ponidi yang kini menjadi salah satu Fasilitator program PINTAR Tanoto Foundation.

Berkat kerja kerasnya didukung oleh K3S dan UPTD Muarakaman, dampak diseminasi program PINTAR mulai tampak di 13 SD. Di SDN 025, misalnya, orang tua siswa kelas 2 bergotong royong membuat sudut baca dan menghias kelas.
Hal yang sama dilakukan oleh SDN 029, yang lebih jauh menghias setiap bangku kelas dengan taplak meja yang cantik. Di SDN 008, para orang tua siswa membangun taman baca dari Ban Bekas dan menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain. Bahkan taman Baca di SDN 028, diresmikan langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara.












