Jakarta, BEDAnews.com
Mabes POLRI bertemu dengan ormas – ormas Islam untuk berkordinasi membahas situasi yang terjadi sekarang keamanan dalam negeri saat ini. “Dalam menghadapi situasi ke depan, polisi tidak bisa bekerja sendiri menghadapi ancaman,” kata Kepala Badan Pemelihara (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Putut Eko Bayuseno di Auditurium STIK (Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian ) Jakarta, belum lama ini.
Oleh karena itu, Polri merangkul semua unsur lapisan masyarakat. Kali ini, diadakan Silaturrahmi POLRI dengan Ormas Islam, Tokoh agama, para ulama, untuk bekerjasama membina masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, tambah Komjen Putut, dilakukan diskusi, antara penguasa (petinggi-petinggi Polri, tokoh agama, tokoh ormas Islam) dengan ormas ormas dan tokoh yang hadir.
Eko menambahkan, dengan adanya pertemuan ini, POLRI dan sejumlah tokoh agama bisa menyamakan persepsi untuk sama-sama membina masyarakat. “Apakah di tingkat arus bawah letupan, dan kalau dibiarkan bisa menjadi besar (situasi ) makin meruncing,” katanya.
Selain itu, pertemuan ini diadakan untuk memperat hubungan dengan POLRI dengan tokoh-tokoh agama, maupun ormas Islam. Dalam pertemuan kedua belah pihak cari jalan keluar terkait dengan masalah kebangsaan saat ini.
“Kami berharap, keterlibatan para ulama, tokoh agama, ormas Islam dan pihak – pihak lain terkait, ikut menyelesaikan masalah kebangsaan saat ini,“ tambahanya.
Sementara itu, Imam besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. Nasaruddin Umar mengatakan bahwa, misi Polri banyak kesamaan para ulama. Dan, sewajaranya kedua belah pihak bersenergi dalam menjaga NKRI. Sebetulnya misi Polisi dan ulama banyak kesamaan. Yaitu, sama-sama ingin membina masyarakat. “Cuma bedanya, di Polisi ada tugas penyelidikan, kalau ulama tidak ada,”ujarnya.
Dengan adanya silaturrahmi ini, ke depan akan lebih baik lagi. Bekerjasama dengan tokoh agama, ulama dan ormas bisa bersinergi kedua belah pihak bisa menjaga kebangsaan saat ini. Mampu menciptakan situasi yang tenang, aman, damai dalam memelihara kesatuan dan persatuan bangsa yaitu Indonsia.
Sejumlah perwakilan dihadiri acara tersebut diatas, ialah Ikatan Persatuan Muslim Indonesia, Korp Dai PP DMI, Gema, GPK (Gerakan Pemuda Ka’bah), Persatuan Sarjana Muslim Indonesia (Persami), ICMI, NU, Muhammadiyah, Betawi bersatu, FBB, GPII, GNMT FKMP, dan Forum Ahlusunnah, dan ulama serta tokoh agama dan lain -lain.
Pertemuan silaturrahmi sangatlah penting bagi ormas di Indonesia. Karena, menurut UUD No. 17 Tahun 2013, ormas harus berbadan hukum, contohnya (perkumpulan, yayasan,) setetelah mendapatkan pengesahan Menteri Hukum dan HAM yang mewakili pemerintah. Dengan demikian, tidak lagi memerlukan Surat Keterangan Terdaftar (SKT).
Ormas yang tidak berdasarkan hukum, memiliki AD/ART, dinyatakan teradaftar setelah mendapatkan SKT (Surat Keterangan Terdaftar) oleh Mendagri ditingkat Pusat, Gubrnur, ditingkat Provinsi, dan ditingkat Bupati / walikota ditingkat sesui persyaratan. (WAR) Teks foto Petinggi Polri memberikan cendera mata.












