Pada kenyataanya yang semestinya menjadi keutamaan, justru dianggap menjadi penghambat/benalu dan sering disalah gunakan/menyimpang sehingga tanpa disadari keutamaan telah dihilangkan/dimatikan dari/dengan nilai-nilai hedonisme, keserakahan, KKN yang bukan semestinya. Selain itu, juga sulit untuk meyakinkan hal-hal yang baik dan benar karena tidak ada temannya/tidak mendapatkan dukungan bahkan bisa diserang, ini sebenarnya telah terjadi pembusukan dan pelapukan-pelapukan dari dalam. “Bener yen ra umum iku salah, salah yen wis umum iku dadi bener “. Hadap kanan grak ! Satu hadap kanan sembilan puluh sembilan hadap kiri, siapa yang salah dan siapa yang dibenarkan? Cepat atau lambat tatkala Polisi kehilangan keutamaan, maka polisi secara pribadi, secara fungsional maupun institusi akan mengalami kemunduran, kerusakan bahkan kematian, akibatnya keberadaan Polisi tidak dipercaya, tidak dianggap penting dan di label buruk. Keutamaan memang harus terus dibangun disadarkan, dibangkitkan dan diberdayakan agar terus dapat tumbuh, hidup dan berkembang.













