Ditambahkan Pratiwi, berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Cimahi, balita yang mengalami stunting sepanjang tahun 2020 di Kota Cimahi sebanyak 3.520 orang, atau 10,89 persen dari total balita yang mencapai 32.327 orang. Jumlah tersebut naik dibandingkan dengan tahun 2019 yang hanya 9,07 persen. Pihaknya mengaku sudah berupaya sekuat tenaga agar capaian kinerja penanganan stunting di Kota Cimahi dapat semaksimal mungkin dilakukan meskipun terkendala oleh situasi pandemi Covid-19.
“Salah satu penyebab naiknya penderita stunting di Kota Cimahi lantaran munculnya wabah Covid-19, dimana sejak pandemi, proses validasi balita stunting menjadi tidak optimal. Hal ini terutama karenakan dibatasinya kunjungan rumah oleh para petugas lapangan di puskesmas dan juga para kader posyandu. Akibatnya, pemantauan balita jadi kurang optimal,” aku Pratiwi.













