Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) telah mempersiapkan para petugas Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) yang nantinya akan diterjunkan dalam proses pengambilan data keluarga di lapangan.
“Pembekalan-pembekalan kepada petugas [PPKBD] sudah diberikan, dalam hal ini oleh DinsosP2KBP3A, hingga hari ini mulai pelaksanaan turun ke bawah ke masyarakat secara bersama-sama sehingga proses pendataan ini bisa diperkirakan dua bulan sudah selesai,” tuturnya.
Ngatiyana menambahkan, data yang dihimpun oleh BKKBN ini nantinya juga akan menjadi basis data awal bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk menyusun kebijakan-kebijakan strategis dalam menjalankan program-program pembangunan sesuai dengan visi Menuju Cimahi Baru yang Maju, Agamis dan Berbudaya.
“Untuk itu, dimohon kepada seluruh warga atapun masyarakat Kota Cimahi untuk memberikan data yang terbaik dan benar-benar bisa dipertanggung jawabkan, agar program lima tahunan ini bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan diharapkan tahun ini Kota Cimahi mendapatkan data yang bener-bener akurat secara nyata dan real sehingga data ini bener-bener bisa dipertanggungjawabkan,” pungkas Ngatiyana.
Pada kesempatan tersebut, Plt. Wali Kota Ngatiyana juga mengikuti proses pendataan keluarga secara simbolis oleh petugas PPKBD yang ditugaskan di wilayah sekitar kediamannya. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala DinsosP2KBP3A Guntur Priyambadha, Sekretaris DinsosP2KBP3A Fitriani Manan beserta jajaran terkaitnya dan petugas dari BKKBN perwakilan Jawa Barat. (Hendra)













