Menurut Fadli, prangko memotret peristiwa di satu negara, dari zaman ke zaman. Prangko juga menjadi salah satu identitas negara.
“Sentuhan-sentuhan baru di prangko belakangan ini (treatment digital) membuatnya jadi terus relevan dengan zaman,” ucap Fadli.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia acara Hari Ulang Tahun ke-100 Perkumpulan Filatelis Indonesia, Sofi Suryasnia mengapresiasi Pemerintah Kota Bandung.
Menurutnya, Pemkot Bandung sudah memberi perhatian luar biasa, mulai dari gelaran pameran yang bertempat di Museum Bandung, hingga Gala Dinner yang bertempat di Pendopo.
Ia juga mengingatkan, dunia filateli memiliki nilai-nilai positif yang baik untuk dipelajari.
“Prangko bukan hanya punya nilai wawasan bernegara, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dan investasi,” ucap Sofi.













