
Dari total 434 personel yang disiagakan, terdiri dari 64 personel PLN, 196 personel TAD PGP, 94 personel TAD OPGI, 8 personel TAD HAR, serta 72 personel keamanan. Seluruhnya akan ditempatkan di berbagai titik strategis guna mempercepat respons terhadap kemungkinan gangguan listrik.
Selain kesiapan personel, PLN UPT Palangkaraya juga telah menyiapkan berbagai peralatan pendukung, termasuk 65 unit alat uji, 225 alat kerja, serta 15 genset sebagai cadangan daya.
Tidak hanya itu, 4 unit tower Emergency Restoration System (ERS), 11 mobil operasional, dan 2 alat berat juga disiagakan untuk mempercepat respons jika terjadi gangguan kelistrikan.
Posko siaga telah didirikan di beberapa titik, yaitu UPT Palangkaraya, ULTG Palangkaraya, ULTG Muara Teweh, ULTG Pangkalan Bun, serta Basecamp GI Sampit. “Keberadaan posko-posko ini sangat penting dalam memantau kondisi kelistrikan secara real-time, sehingga kami dapat merespons dengan cepat jika terjadi kendala,” tambah Bayu.













