• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, September 21, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Pilkada Oleh DPRD Langkah Mundur Demokrasi Indonesia

Pilkada Oleh DPRD Langkah Mundur Demokrasi Indonesia

Asep Budi by Asep Budi
11 September 2014
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung BEDAnews.

Rancangan undang-undang pemilihan kepala daerah yang salah satunya mewacanakan pengembalian pemilihan kepala daerah oleh DPRD, mendapat tanggapan serius dari Waras Wasisto, SH.  Wakil ketua fraksi PDI Perjuangan DPRD jabar, yang menilai wacana tersebut merupakan langkah mundur demokrasi di Indonesia.

Dikatakannya, wacana pengembalian pilkada oleh DPRD menjadi langkah mundur bagi sistem demokrasi Tanah Air. Sebab, pilkada langsung oleh masyarakat yang saat ini dilakukan sudah sangat baik karena menjunjung tinggi kedaulatan rakyat.   Demokrasi kita sudah berjalan baik dan maju. Jadi sebaiknya tetap pilkada dipilih langsung oleh rakyat.

Dengan sistem pemilihan langsung, siapa pun memiliki peluang yang sama untuk menjadi kepala daerah. Bahkan, pihak-pihak yang berada di luar partai pun bisa mengajukan diri menjadi calon pemimpin .

BeritaTerkait

Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026

20 September 2026

Sambut HUT TNI ke-81, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Kesehatan

20 September 2026

"Dengan uu yang ada sekarang,setiap orang  bisa maju lewat jalur independent. Sehingga, rakyat bisa menilai siapa yang terbaik untuk memimpin wilayahnya, kondisi ini akan berbeda jika pilkada dilakukan oleh DPRD. Selain tidak menjamin suara rakyat, pilkada oleh DPRD pun rentan transaksional karena hanya melibatkan anggota dewan.

Sementara masalah besarnya angaran u tuk pemilu langsung dinilainya hal itu bukanlah alasan yang tepat untuk menghapus sistem pilkada langsung oleh rakyat.jumlah anggaran yang dikeluarkan negara untuk menggelar suatu pilkada langsung masih tergolong wajar.

Seraya menyatakan "Yang menjadi mahal kalau kemudian kandidat ini untuk memenangkan pertarungannya menghalalkan segala cara, politik uang. Tapi kalau orangnya punya kapasitas dan integritas, tidak harus dengan biaya mahal," tegasnya.@her 

Previous Post

Fraksi-Fraksi DPRD Jabar Tempati Ruang Kerja Sementara

Next Post

PKL Cimindi Terlantar Pemkot Dituding Tidak Adil

Related Posts

TNI-POLRI

Panglima TNI Resmi Tutup Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2026

20 September 2026
TNI-POLRI

Sambut HUT TNI ke-81, Kodim 1710/Mimika Gelar Bakti Kesehatan

20 September 2026
TNI-POLRI

Kodim 1710/Mimika Rampungkan Jembatan Beton di Kelurahan Pasar Sentral

20 September 2026
TNI-POLRI

TNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Berbagai Kegiatan Bersama Masyarakat

20 September 2026
TNI-POLRI

TNI Bagikan 22.000 Porsi Makanan Gratis Untuk Masyarakat pada TNI Fair 2026 Di Monas

20 September 2026
TNI-POLRI

Panglima TNI Pantau Bakti Kesehatan TNI Serentak Diseluruh Indonesia

20 September 2026
Next Post

PKL Cimindi Terlantar Pemkot Dituding Tidak Adil

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021