PONOROGO || Bedanews.com – Hujan yang tak kunjung turun di tengah kemarau panjang saat ini membuat para petani padi di Ponorogo terancam gagal panen.
Tak sedikit dari mereka yang harus menerima kenyataan tanaman padinya tidak tumbuh sesuai harapan. Salah satunya Joko Susilo, warga Desa Klepu, Sooko, terpaksa membiarkan tanaman padinya layu dan mati.
“Mau bagaimana lagi, kami tidak punya pilihan. Hujan tidak ada, sungai dan sumur-sumur petani di sini kering semuanya,” ujar Joko beberapa hari lalu.
Terkait kondisi itu, Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono, mengaku sudah mengantisipasinya sejak jauh-jauh hari. Lewat kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan TNI AD, ia lantas membangun beberapa sumur bor yang tersebar di berbagai Desa.











