“Program Makan Bergizi Gratis ini bertujuan memastikan anak-anak peserta didik memiliki kecukupan gizi ketika berangkat ke sekolah. Anak-anak yang berangkat ke sekolah dengan kondisi perut kosong tentu tidak dapat menerima pelajaran secara maksimal,” ujar Zainul dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa selain meningkatkan kualitas gizi anak, program ini juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Melalui dapur-dapur MBG yang beroperasi di berbagai daerah, kebutuhan bahan pangan seperti beras, telur, sayur, buah, dan sumber protein lainnya akan meningkat.
“Tujuan kedua dari program ini adalah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Jika kebutuhan bahan baku tersebut dapat dipenuhi oleh masyarakat sekitar, maka program ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat,” jelasnya.













