Dalam kesempatan itu, Bambang Sulistomo sebagai putra dari Bung Tomo menguraikan permasalahan kurangnya leadership dari para pejabat negara, terkikisnya jiwa Pancasila dari para pejabat.
“Maka para pejabat dapat belajar dari Bung Karno ataupun setiap saripati periode kepemimpinan di Indonesia dapat diambil baiknya, termasuk jaman Soeharto dan lain-lain,” kata Bambang Sulustomo.
Sementara Prof. Sri Edi Swasono mengutarakan, tentang krisis kepemimpinan dan konstitusi. Kedatangan dan ekspansi ekonomi negara China, menurut Edi Swasono harus disiasati dengan cerdik dan cerdas, jika tidak, maka akan membawa dampak ke masalah sosial ekonomi bahkan ke politik komunis China.
“Krisis konstitusi menjadi kelemahan dasar bangsa Indonesia, mental yang gampang dibeli dan berkhianat terhadap negara. Untuk itu Pemilu jangan sampai diundur. Mundur Pemilu berarti melawan konstitusi!” tegas Edi Swasono.













