Persamaan lainnya, Ali Sadikin dan Pramono Anung sama-sama memiliki orientasi membangun Jakarta secara menyeluruh. Keduanya tidak hanya menitikberatkan pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan publik.
Ali Sadikin dikenal membangun sekolah, rumah sakit, jalan, pasar, taman kota, serta berbagai fasilitas umum yang menjadi fondasi Jakarta modern. Sementara itu, Pramono Anung memulai kepemimpinannya dengan mempercepat program di bidang pendidikan, kesehatan, transportasi, penataan lingkungan, pengelolaan sampah, penyediaan air minum perpipaan, penguatan layanan publik, serta pemberdayaan masyarakat.
Ali Sadikin dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan berani mengambil kebijakan yang pada masanya sering menimbulkan perdebatan, tetapi bertujuan mempercepat pembangunan Jakarta. Pramono Anung juga menunjukkan komitmen dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan melalui percepatan program prioritas, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.













