Bahasa Inggris merupakan lingua franca atau bahasa internasional yang digunakan oleh banyak orang di dunia. Buktinya, menurut World University News, 85% organisasi global beroperasi dengan bahasa Inggris.
Selain itu, 70% perusahaan yang beroperasi di negara non-berbahasa Inggris tetap mensyaratkan tenaga kerjanya menguasai bahasa tersebut. Oleh sebab itu, bahasa Inggris adalah salah satu kunci untuk mewujudkan kesetaraan sosial dan pemerataan peluang kerja.
Dalam rangka menjawab kebutuhan tersebut di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital untuk komunikasi, BINUS University merilis program studi baru bernama Creative Digital English. Program ini bertujuan mengembangkan sejumlah keterampilan teknis dan non-teknis yang diperlukan untuk berkontribusi bagi industri saat ini.













