JAKARTA || Bedanews.com – 10 tahun menjabat sebagai orang nomor 1 Indonesia, ada sejumlah kontroversi yang ditorehkan Joko Widodo yang mana hampir 10 Menterinya tersandung kasus korupsi.
Dua Menteri terakhir yakni Menteri Agama, Yaqut terkait korupsi dana haji dan korupsi chromebook, Nadiem Makarim.
Hal tersebut diungkapkan Jerry Massie, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) melalui keterangannya, Sabtu (30/5).
Disebutkan Jerry, memang Indonesia hancur total di zaman Jokowi. Hampir semua digadailkan dan dijual mulai dari pulau, laut, pasir, hutan sampai IKN. Bukan soal jual-menjual tapi korupsi terbesar sejak republik ini bediri muali dari BBM hampor mencapai Rp1.000 triliun dan korupsi timah Rp300 triliun.
Begitu pula hutang terbesar pun diera Jokowi sejak turun tahta meninggalkan hutang yakni Rp8.000 triliun kepada Prabowo.
Padahal, jelang akhir jabatan Presiden SBY, hutang Indonesia mencapai Rp2.600 triliun. Nanti di era Jokowi hutang naik Rp 5.600 triliun.
“Ambisi gila presiden ke-7, Jokowi terkait Ibukota Nusantara akhirnya kandas setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan soal IKN. Sudah diputuskan ibukota tetap di Jakarta. Nasib IKN ini tak jelas. Padahal Jokowi sudah jor-joran dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp147 triliun tapi hasilnya nihil,” tandasnya.
Ditambahkannya, ini pukulan telak bagi Jokowi dan kekalahan terbesar baginya. Jadi secara perlahan, pemerintagan Prabowo mulai menggunting Jokowi dalam lipatan.
Slow by yours itulah kalimat buat Jokowi. Sejumlah ambisinya mulai gagal, padahal dia berharap, Prabowo akan melanjutkan grand strategynya tapi gagal di meja MK. Memang brading dia bisa melejit jika IKN tak di blokir MK. Tapi siasatnya sudah dibaca. Lambat laun power Jokowi mulai tenggelam. Prabowo saat imo antitesa program Jokowi.
Baru kabar terbaru kondisinya sudah pulih 90 persen, maka dia akan keliling Indonesia. Saya kira tujuannya untuk menaikan branding Gibran untuk Pilpres 2029, tapi saya kira akan sulit bagi Jokowi mengangkat PSI. Pasalnya PSI dalam survei tahun ini hanya 1,2 persen jah daei ambanh batas partlemen 4 persen, gaya cawe-cawe dan political imaging atau pencitraan politiknya tak laki lagi orang semua suda tahu kebohongan dan kepalsuannya selama memerintah 10 tahun. Barangkali kaum Termul dan relawan setianya yang masih bertahan.
“Saya yakin PSI tak akan pernah lolos Senayan walau Jokowi keliling 38 Provinsi. Saya kira putusan 18 tahun penjara bagi Nadiem, merupakan pukulan telak bagi Jokowi. Ternyata powernya mulai tenggelam. Apalagi salah satu pengikut setianya dan termul sejati Razman Nasution divonis 1,6 tahun penjara setelah kasasinua ditolak Mahkamah Agung (MA),” imbuhnya.
“Perlahan nama Jokowi mulai tenggelam, pengaruh dia di pemerintahan Prabowo mulai redup,” pungkasnya. (Red).













