Berdasarkan temuan awal, ketahanan ekologis-pangan Baduy dijaga melalui lima pilar strategis: (1) Kosmologi Tri Tangtu di Buana sebuah Konsep yang membagi kehidupan ke dalam tiga lapisan saling terkait: spiritual, manusia, dan alam. Jika satu terganggu, keseluruhan sistem terdampak—pendekatan holistik yang melampaui paradigma sektoral modern; (2) Pikukuh sebagai etika internal, yaitu sebuah konsep yang berbeda dengan regulasi formal yang bersifat eksternal, pikukuh adalah etika yang diinternalisasi melalui kesadaran kolektif, mengatur relasi sakral manusia-alam; (3) Adaptasi Diferensiatif, yakni Baduy Dalam konsisten memegang pikukuh untuk menolak modernisasi merusak; Baduy Luar menerapkan adaptasi selektif tanpa mengorbankan prinsip inti—menunjukkan spektrum strategi adaptif yang fleksibel; (4) Praktik Hidup Rendah Karbon, yaitu Bertani organik, menjaga hutan sebagai ruang sakral, dan hidup dalam prinsip “cukup”—bukti bahwa kesejahteraan tidak selalu identik dengan akumulasi materi; dan (5) Transmisi pengetahuan lintas generasi, yakni Praktik ekologis diwariskan melalui pendampingan langsung di lahan, ritual Seren Taun, serta sanksi sosial yang menjaga kepatuhan terhadap tata kelola adat.













