Menurutnya, saat ini santri tidak pernah memberikan celah masukanya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatun Indonesia.
“Siaga raga berarti badan, tubuh, tenaga dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Oleh karena itu satri tidak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia,” kata Yana membacakan sambutan Menteri Agama.
“Jadi siaga jiwa raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak. Melainkan juga tazkiyatun nafs yaitu mensucikan jiwa melalui berbagai tirakat lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan,” bebernya.
Yana menambahkan, tema tahun ini penting dan relevan di era pandemi Covid-19. Kaum santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan.













