Singkatnya, Peringatan Hari Ibu bukan sekadar momen seremonial, tetapi juga menjadi platform untuk mendorong pengakuan terhadap peran strategis perempuan dalam pembangunan. Nilai edukasi yang terkandung dalam perayaan ini dapat menjadi inspirasi bagi perempuan muda dan calon pendidik untuk berkontribusi secara aktif dalam membangun bangsa. Untuk pemangku kepentingan pendidikan, termasuk kepala sekolah, guru, dosen, dan tenaga kependidikan, diperlukan langkah-langkah konkret seperti: 1) Meningkatkan akses perempuan ke pendidikan berkualitas dan pelatihan keterampilan; 2) Menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung pengembangan potensi perempuan; 3) Mengintegrasikan isu-isu gender dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran.
Dengan langkah-langkah ini, perempuan Indonesia dapat menjadi motor penggerak perubahan menuju Indonesia Emas 2045, menjawab tantangan era 5.0, dan memastikan keberhasilan pembangunan bangsa. Wallahu A’lam.***













