“Perayaan ini selayaknya mengandung makna mendalam mengenai emansipasi perempuan dan mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus konsisten memperjuangkan keadilan gender,” kata Lucky Tjoa didampingi Buketu Merry Mei.
Diantara tamu yang hadir tampak Ketua Komunitas Lope-Lope, Lie Yen yang merasa sangat senang dan bangga ketika melihat banyak peserta yang memakai kebaya dan pakaian tradisional lainnya sehingga terlihat aura anggun dan cantik dari pemakainya.
“Terlihat semangat nasionalisme dan cinta tanah air dalam acara peringatan Hari Kartini ini,” timpal Viana Lie Fung.
Sementara Ketua Panitia, Silia Tjia mengatakan bahwa, Hari Kartini bukanlah semata-mata memperingati hari lahir Kartini saja, melainkan sebuah bentuk penghormatan akan perjuangannya.













