Jakarta, BEDAnews.com
Peningkatan minat penyandang disabilitas terhadap pendidikan serta upaya pemerintah memberikan bantuan terhadap penyandang disabilitas, hal ini dijelaskan Dirjen Dikdasmen Hamid Muhamad dan Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dikdas Sri Renani Pantjastuti kepada mass media, pada peringatan hari Disabilitas Internasional di kemdikbud Senayan Jakarta, Sabtu kemarin.
Dirjen Dikdasmen Hamid Muhamad mengemukakan, pihaknya memberikan bantuan terhadap siswa disabilitas dan lembaga pendidikan disabilitas, serta tenaga kependidikan untuk kegiatan proses pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan.
Menurutnya, kurangnya perhatian orang tua terhadap anak disabilitas menyebabkan banyak anak disabilitas yang tidak dapat memperoleh layanan pendidikan. Potensi kemampuan anak disabilitas dalam mengikuti proses pembelajaran, bukan karena factor kebodohan, namun karena factor fisik dan mental, hingga lambat dalam menerima pelajaran.
Selain itu, Direktur Pembinaan Pendidikan khusus dan Layanan Khusus Sri Renani Pantjastuti mengatakan, proses pembelajaran terhadap anak disabilitas dapat dilakukan sebaiknya lebih dini, dibanding terhadap anak disabilitas berusia dewasa.
Sementara itu, Pemerintah memberikan bantuan beasiswa kepada seluruh anak difabel, yang ada di SLB jenjang SDLB serta SMPLB dan SMALB , dan unit cost lebih besar dibanding siswa regular. Pada tahun 2016 alokasi anggaran untuk beasiswa mencapai Rp150.284.940.000, untuk 109.643 siswa dengan rincian Rp1,25 juta untuk SDLB, serta Rp 1,5 juta untuk SMPLB dan Rp 2,04 juta untuk SMALB, juga dana BOS dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP).
Disamping itu, terhadap anak yang berprestasi diberikan beasiswa dialokasikan dana sebesar Rp9,48 milyar untuk sebanyak 3.275 siswa difabel yang berprestasi. (BOP). (Shp)













