Proses renovasi dan pembangunan ini dikerjakan oleh prajurit TNI jajaran Korem 012/TU, dengan menyesuaikan kondisi medan dan keterbatasan akses. “Material bangunan harus dipikul secara manual oleh para prajurit. Tapi Alhamdulillah, semuanya berhasil kita selesaikan,” katanya.
Kolonel Benny menambahkan, proses pembangunan tidaklah mudah. Medan yang berat dan sulit dijangkau kendaraan menuntut dedikasi tinggi dari para prajurit, yang harus berjalan kaki melintasi tanjakan dan turunan sembari menggotong material ke lokasi makam.
Beberapa bahan material, seperti papan nama makam, bahkan harus dipesan dari luar daerah. “Huruf-hurufnya kami pesan dari Kota Semarang karena di Meulaboh tidak ada pengrajin yang bisa membuat sesuai standar. Bahkan, ukurannya sempat beberapa kali salah kirim,” ungkapnya.













