Bandung, BEDAnews — Komunitas motor All Series Bikers Adventure Community (ASBAC) sukses menggelar agenda Touring Gabungan (Tourgab) lintas daerah menuju Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Sebanyak kurang lebih 80 kendaraan meluncur meramaikan perjalanan ini. Para riders antusias datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat dan sekitarnya, mulai dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Karawang, Depok, Bogor, Bekasi, hingga Tangerang.
Demi menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan riders selama di jalan, panitia membagi pemberangkatan menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari sekitar 30 kendaraan dengan jeda waktu keberangkatan 30 menit.
Skema titik kumpul (tikum) juga disebar di tiga titik strategis Jalur Cikidang untuk rombongan dari area Bogor, Depok, dan Banten. Jembatan BBS Padalarang menjadi titik kumpul peserta kawasan Padalarang dan sekitarnya sebelum menyatu dengan rombongan Soreang yang menjadi titik kumpul utama bagi peserta dari Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.
Perjalanan menempuh waktu sekitar 8 jam dengan menyuguhkan panorama alam yang asri di sepanjang jalur Ciwidey. Jalanan yang berliku tak hanya menguji ketangkasan berkendara, tetapi juga makin mempererat rasa kebersamaan.
Meski sempat diwarnai kendala teknis seperti motor mogok hingga insiden terjatuh, semangat solidaritas membuat seluruh rombongan tiba di lokasi tujuan, Vila Aqio Ujung Genteng, pada Sabtu (31/10) sekitar pukul 16.00 WIB.
Setelah melepas lelah, para riders berkumpul di area Vila Aqio untuk menggelar sesi perkenalan dan ramah tamah antaranggota lintas daerah.
Ketua Umum ASBAC, Anjar Handrian menyampaikan bahwa kegiatan tourgab ini digelar dengan tujuan utama memperkuat rasa kekeluargaan antaranggota.
”Saya atas nama panitia tourgab memohon maaf apabila dalam penyelenggaraan acara ini belum bisa membuat seluruh anggota puas. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh agar pada kegiatan-kegiatan mendatang para riders bisa merasa semakin nyaman,” ujar Anjar.
Pertemuan ini tidak berhenti di tourgab saja, Anjar berharap kedepannya bisa menggelar touring kembali.
Senada dengan itu, Eric Pratama salah satu pengurus ASBAC, menambahkan bahwa dinamika serta kendala selama perjalanan menjadi pembelajaran berharga bagi komunitas.
”Pengalaman adalah guru terbaik. Kita belajar dari nol, terlebih ASBAC ini merupakan wadah dan komunitas yang masih baru dan muda. Ke depannya kita akan terus tumbuh bersama,” ungkap Eric.
Usai sesi ramah tamah, para riders kembali ke penginapan masing-masing untuk beristirahat. Memasuki hari Minggu (1/11), seluruh peserta kembali berkumpul di Vila Aqio untuk persiapan pulang. Rangkaian acara resmi ditutup dengan sesi foto bersama dan penegasan komitmen untuk terus menjaga persaudaraan tanpa sekat di jalanan.
Untuk rute kepulangan, rombongan terbagi menjadi dua jalur utama, yakni jalur Ciwidey dan jalur Geopark Ciletuh. Peserta yang memilih jalur Ciletuh disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan di sepanjang perjalanan, termasuk melintasi Puncak Darma.
Perjalanan menyusuri kawasan Geopark Ciletuh tersebut menawarkan perpaduan pemandangan indah berupa pegunungan hijau, lembah tapal kuda, jalanan berkelok, hingga panorama laut lepas Samudra Hindia.













