Menurut nya, bahwa Fakta ini bukan kebetulan, melainkan sinyal perubahan sosial yang signifikan. Perempuan tidak lagi sekadar objek kebijakan pendidikan, melainkan subjek utama dalam pengembangan riset, manajemen lembaga, dan transformasi budaya akademik.
Tema besar Hari Ibu 2025, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045, menemukan relevansinya dalam konteks semiloka ini. Perempuan memiliki modal sosial dan kultural yang kuat: ketekunan, empati, ketelitian, dan kemampuan mengelola kompleksitas peran.
Namun, dominasi jumlah tidak otomatis berbanding lurus dengan keberdayaan. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana perempuan diberi ruang untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan dan riset secara berkelanjutan.
Riset manajemen pendidikan Islam membutuhkan perspektif yang sensitif terhadap nilai, relasi manusia, dan keadilan sosial bidang yang selama ini banyak diperkuat oleh kontribusi perempuan akademisi.













