Pada pesan penutupnya, Beliau Dr. HRS intinya menghimbau, “Sudah saatnya seluruh umat Islam menanggalkan distingsi (perbedaan) antara Sunni, Syiah dan Wahabi, justru harus mengambil hikmah persaudaraanya, sehingga wajib bangkit dan bersatu di atas landasan *_PERSAMAAN TAUHID, JUSTICE SERTA DEMI PERJUANGAN DAN TOLERAN MEMBELA KAUM TERTINDAS LINTAS NEGARA”._*
Kesimpulan, atas pernyataan keras Beliau, substansial merupakan hakekat kebenaran, bahkan mutlak dari sudut pandang ekonomi, karena “andai umat terus terjebak dengan pola pikir sektarian (mazhab)”, maka akan ‘menyuburkan kapitalisme dan daya rusak metode ekonomi pasar bebas (liberalism)’, kaum zionis dan kroninya negara negara imperialisme kolonialis di sektor ekonomi politik dan budaya, akan semakin menggerogoti dan merusak tatanan politik ekonomi, hukum dan adab serta budaya dunia, utamanya akan menyengsarakan negara negara yang penduduknya mayoritas muslim. ***













