“Kalimat yang disampaikan dalam isi ceramah tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kepada khalayak masyarakat Indonesia, karena selain berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Republik Indonesia apa yang dituduhkan dalam ceramah tersebut tidak didasarkan pada literatur sejarah yang tercatat di ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia), Sejarah Kemerdekaan Bangsa dan Negara Indonesia yang ada di Kementeriaan Pendidikan dan karya – karya ilmiah lainnya yang diuji dalam forum ilmiah oleh para lintas pakar,” kata dia.
Sementara pengurus BBHAR PDI Perjuangan Jawa Barat, Joko Purboyo, menambahkan berdasarkan informasi dalam akun media sosial Tik Tok atas nama @jas_hendryawan yang menginformasikan dan menyebarkan informasi tersebut kepada publik merupakan informasi yang tidak benar dan menyesatkan publik serta memiliki muatan dan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik Ir. Soekarno.










