“Saya minta pengurus yang baru harus bisa mengulang tradisi emas untuk cabor taekwondo bagi Kaltara. Sebab tahun 2016 Kaltara pernah menyumbang Emas dari taekwondo,” ujar Thamrin melalui keterangannya, Sabtu (24/9).
Selain itu, Thamrin Marzuki menekankan tentang perlunya Taekwondo di kepemimpinan saudara Daud Nawir untuk berkomitmen menata secara konstruktif tata kelola organisasi taekwondo, baik di tingkat Pengurus Provinsi, hingga di tingkat Kabupaten/ Kota di Kalimantan Utara agar lebih baik lagi.
Menurut Ketua Umum, hal itu harus menjadi tugas prioritas saudara ketua dan seluruh jajaran pengurus yang telah diamanahkan mengurus organisasi. Terutama tugas penting saat ini adalah mendorong program kerja PBTI untuk disosialisasikan dan dilaksanakan di Kaltara. Antara lain terkait penggunaan aplikasi database Taekwondo Indonesia Integrated System (TIIS), yang sangat bermanfaat dan berguna membantu meningkatkan pelayanan kepada para praktisi taekwondo.













