“Perosi terdiri dari pakar-pakar. Kita akan bekerja sama untuk menyosialisasikan, meningkatkan awareness masyarakat juga tentang penyakit osteoporosis. Yang penting banget adalah osteoporosis ini adalah akibatnya patah tulang yang terjelek. Itu yang kita sosialisasikan supaya patah tulang ini tidak terjadi,” ujarnya.
Ia menekankan, sosialisasi yang dilakukan Perwatusi tidak hanya kepada orang tua, melainkan juga kepada generasi muda. “Jadi kita sampai ke sekolah, kita mendampingi masyarakat bagaimana supaya mengerti mengenai osteoporosis,” ucapnya.
Selain melakukan sosialisasi, tambahnya, Perwatusi juga terus mengajak masyarakat untuk melakukan senam pencegahan osteoporosis. “Senam kita ada senam pencegahan, senam osteoporosis untuk lansia, senam osteodance untuk kaula muda. Osteodance kita masuk ke sekolah-sekolah, guru-guru kita sosialisasikan juga,” katanya.













